Legal Protection for the Parties to an Oral Agreement

Authors

  • Hurairah Hurairah Universitas Dehasen Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.37676/sosj.v3i2.1825

Keywords:

Oral Agreement, Legal Protection, Consensualism Principle

Abstract

Oral agreements remain a common practice in Indonesian society, particularly in daily transactions such as sale and purchase, lease, and debt arrangements. Although Article 1320 of the Indonesian Civil Code (KUHPerdata) does not require a written form for the validity of an agreement, oral agreements often raise legal problems, especially regarding evidence when a breach of contract or dispute occurs between the parties. This study aims to examine the legal protection available to parties in oral agreements and to analyze the evidentiary mechanisms and dispute resolution options available in the event of breach of contract. Using a normative juridical research method with statute and conceptual approaches, this study finds that oral agreements remain legally binding as long as they fulfill the requirements of Article 1320 of the Civil Code, although their evidentiary strength is considerably weaker than written agreements. Legal protection can be provided through witness testimony, admission, and judicial presumption in accordance with the Indonesian Code of Civil Procedure. This study concludes that strengthening public legal awareness regarding supporting evidence is essential to protect the rights of parties who enter into oral agreements.

References

1. Ali, A., Fitrian, A., & Hutomo, P. (2022). Kepastian hukum penerapan asas kebebasan berkontrak dalam sebuah perjanjian baku ditinjau berdasarkan Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 1(2), 270–278.

2. Amiruddin, & Asikin, Z. (2019). Pengantar metode penelitian hukum. Depok: Rajawali Pers.

3. Arifin, M. (2020). Membangun konsep ideal penerapan asas iktikad baik dalam hukum perjanjian. Jurnal Ius Constituendum, 5(1), 66–82.

4. Bachtiar. (2018). Metode penelitian hukum. Tangerang Selatan: UNPAM Press.

5. Budiman, H. (2023). Penyelesaian perjanjian lisan akibat wanprestasi berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Logika: Jurnal Penelitian Universitas Kuningan, 14(2), 213–224.

6. Butarbutar, E. N. (2018). Metode penelitian hukum: Langkah-langkah untuk menemukan kebenaran dalam ilmu hukum. Bandung: Refika Aditama.

7. Gaol, S. L. (2019). Keabsahan pinjam meminjam uang secara lisan dalam perspektif hukum perdata. Jurnal Ilmiah Hukum Dirgantara, 9(2), 97–120.

8. Ginting, J. Br. (2022). Kekuatan mengikat perjanjian secara lisan. The Juris: Jurnal Ilmu Hukum, 6(2), 429–436.

9. Harefa, B. D. S. (2016). Kekuatan hukum perjanjian lisan apabila terjadi wanprestasi: Studi Putusan Pengadilan Negeri Yogyakarta Nomor 44/Pdt.G/2015/PN.Yyk. Privat Law, 4(2), 113–122.

10. Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (Burgerlijk Wetboek) [Indonesian Civil Code], particularly Book III on Obligations, Articles 1238, 1243, 1313, 1320, 1338, 1754, and 1866.

11. Ishaq. (2017). Metode penelitian hukum dan penulisan skripsi, tesis, serta disertasi. Bandung: Alfabeta.

12. Iwanti, N. A. M., & Taun. (2022). Akibat hukum wanprestasi serta upaya hukum wanprestasi berdasarkan undang-undang yang berlaku. The Juris: Jurnal Ilmu Hukum, 6(2), 361–365.

13. Joesoef, I. E. (2022). Hukum perjanjian: Asas, teori, dan praktik. Bandung: Citra Aditya Bakti.

14. Katu, J. M., Styawati, N. K. A., & Putra, I. M. A. M. (2024). Tinjauan yuridis terhadap akibat hukum perjanjian kerja secara lisan antara pekerja dan perusahaan. Jurnal Konstruksi Hukum, 5(1), 66–71.

15. Kelanit, A. J. H. (2022). Kekuatan hukum perjanjian lisan apabila terjadi wanprestasi: Studi Putusan Nomor 1176/Pdt.G/2020/PN.Sby. Bureaucracy Journal: Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance, 2(3), 766–776.

16. Marsuseno, C. M., Anggrita Esthi S., & Karim. (2022). Analisa kekuatan hukum perjanjian secara lisan saat terjadi wanprestasi: Studi kasus Putusan Pengadilan Nomor 16/Pdt.G/2011/PN.Bjn. Jurnal Hukum dan Keadilan, 9(1).

17. Marzuki, P. M. (2021). Penelitian hukum (edisi revisi). Jakarta: Kencana.

18. Mertokusumo, S. (2019). Hukum acara perdata Indonesia. Yogyakarta: Cahaya Atma Pustaka.

19. Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram: Mataram University Press.

20. Nurlita, S. W. (2021). Pelaksanaan perjanjian lisan dalam praktik sewa-menyewa rumah menurut hukum positif Indonesia di Desa Jati Sidoarjo. Jurnal Syntax Transformation, 2(5), 672–680.

21. Paendong, K., & Taunaumang, H. (2022). Kajian yuridis wanprestasi dalam perikatan dan perjanjian ditinjau dari hukum perdata. Lex Privatum, 10(3), 1–7.

22. Panjaitan, W. N. (2024). Menguatkan perjanjian lisan dengan asas itikad baik: Sebuah kajian hukum. PAMALI: Pattimura Magister Law Review, 4(2), 180–186.

23. Rahmadani, S. O. (2023). Analisis akibat hukum perjanjian utang piutang secara lisan apabila debitur cidera janji atau wanprestasi. Journal Sains Student Research, 1(2), 1025–1030.

24. Roshandi, D. F. (2025). Analisis keabsahan perjanjian lisan menurut hukum perdata di Indonesia. Konsensus: Jurnal Ilmu Pertahanan, Hukum dan Ilmu Komunikasi, 2(4), 114–121.

25. Salim, H. S. (2021). Hukum kontrak: Teori dan teknik penyusunan kontrak. Jakarta: Sinar Grafika.

26. Sihite, S. R., & Sinaga, R. Y. (2024). Kekuatan hukum perjanjian lisan antara agen kelapa sawit dengan petani. Pattimura Legal Journal, 3(1), 25–31.

27. Sopamena, R. F., Fadillah, A. N., Indah, S., Sopamena, V., & Sahupala, G. A. (2023). Keabsahan perjanjian lisan dalam masyarakat adat. SANISA: Jurnal Kreativitas Mahasiswa Hukum, 3(2), 89–95.

28. Susanti, N. (2024). Kepastian hukum penerapan asas kebebasan berkontrak dalam sebuah perjanjian baku ditinjau berdasarkan Pasal 1338 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. Indragiri Law Review, 2(2), 33–39.

29. Vaustine, G., Marina, & Purwanti, P. A. (2025). Mekanisme penyelesaian sengketa wanprestasi dalam hukum perdata Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 5(4).

30. Yahman. (2016). Karakteristik wanprestasi dan tindak pidana penipuan yang lahir dari hubungan kontraktual. Jakarta: Prenadamedia Group.

Downloads

Published

2026-08-20

How to Cite

Hurairah, H. (2026). Legal Protection for the Parties to an Oral Agreement. Social Sciences Journal, 3(2), 181–188. https://doi.org/10.37676/sosj.v3i2.1825

Issue

Section

Articles

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.